Pilkada Serentak Dan E-KTP

0
79

Oleh : Nani Andriyani
(Pemerhati Kepemiluan)

Pilkada serentak tahun 2018 ini telah usai, pilkada yang digelar di 171 daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota secara umum berjalan dengan lancar dan aman, hal ini tentu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi iklim demokrasi di Indonesia, sehingga kita sangat optimis menatap pemilu 2019 dapat berjalan dengan sukses pula.

Meskipun relatif kondusif tentu kita tetap tidak boleh lengah, baik sebgai penyelegara maupun aparat kemananan dalam hal ini TNI dan Polri. Ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian kita bersama dan utamanya KPU sebagai lembaga penyelenggara, dari mulai soal DPT, hingga partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Karena dua hal ini saya kira menjadi persoalan klasik yang tak kunjung berakhir bahkan kelihatannya menjadi sesuatu yang selalu ada dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Belum lagi masalah teknis lainnya yang sangat kompleks.

Sejatinya kemarin sebelum pencoblosan dimulai, semangat tentang aturan wajib menunjukan E-KTP sesungguhnya merupakan sebuah kemajuan yang tentu saja bisa kita nikmati manfaatnya bukan sekarang tetapi jangka panjang. Serta merta munculnya PKPU yang mengatur hal demikian sungguh berani dan tegas, tentu pro dan kontra terjadi, yang kontra tentu akan berasumsi bahwa pemilu hanya menjadi milik kaum elit saja yang punya dokumen E-KTP. Padahal semangat yang mendasari munculnya aturan tentang E-KTP tentu akan berimplikasi hal lain untuk kemaslahatan kita bersama, seperti mendorong semua warga Negara untuk membuat E-KTP, pemerintah akan dengan mudah mengetahui data jumlah penduduk Indonesia, dan sejumlah manfaat lain tentang pentingnya memiliki e-KTP.

Namun demikian munculnya edaran KPU tetang masih diperbolehkanya warga Negara menggunakan hak pilihnya dengan surat C6, atau terdaftar di DPT dan atau memiliki KTP saja, tentu ini merupakan solusi karena faktanya belum semua warga Negara Indonesia memeiliki e-KTP. Tetapi setidaknya hal ini bisa menjadi batu loncatan untuk menyongsong pemilu 2019 yang semakin baik dan berkualitas. Sehingga harapan kita menjadi bangsa yang besar dan demokratis dapat benar-benar terwujud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − 11 =