
Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi berduka atas meninggalnya Rektor mereka, Prof. Dr. Asad Isma, M.Ag., yang wafat pada Jumat pagi (tanggal meninggal belum diumumkan). Kepergian Asad Isma meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar UIN Jambi, kalangan akademisi, dan masyarakat Jambi. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Jambi.
Riwayat Singkat Asad Isma
Prof. Dr. Asad Isma, yang lahir di Jambi, meniti karier akademiknya dari awal dengan dedikasi penuh terhadap dunia pendidikan. Setelah menamatkan pendidikan formalnya, ia melanjutkan studi ke tingkat pascasarjana di bidang Agama dan Islam, hingga akhirnya meraih gelar Doktor dan Profesor di bidang Agama. Selama berkarier di dunia akademis, Asad Isma banyak berperan dalam pengembangan pendidikan Islam, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Beliau mulai menjabat sebagai Rektor UIN Jambi sejak beberapa tahun terakhir, dan di bawah kepemimpinannya, universitas tersebut berkembang pesat. Asad Isma dikenal memiliki visi yang kuat dalam memajukan UIN Jambi menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terdepan di Indonesia. Selain itu, ia juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Jambi.
Penghormatan dari Civitas Akademika
Kepergian Asad Isma disambut dengan rasa duka yang mendalam oleh civitas akademika UIN Jambi. Dalam pernyataannya, pihak universitas menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengungkapkan bahwa kehilangan Asad Isma merupakan pukulan berat bagi seluruh komunitas pendidikan di Jambi. “Kami merasa sangat kehilangan sosok pemimpin yang bijaksana dan berdedikasi. Beliau adalah pilar yang kuat bagi UIN Jambi dan bagi kami semua,” ujar salah satu dosen senior UIN Jambi.
Tidak hanya dari kalangan akademis, berbagai tokoh masyarakat Jambi dan pejabat pemerintah turut menyampaikan rasa belasungkawa. Gubernur Jambi, dalam pernyataannya, mengenang Asad Isma sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar dalam memajukan pendidikan agama di provinsi tersebut. “Beliau adalah figur yang disegani, baik di dunia akademis maupun di kalangan masyarakat. Karyanya akan selalu dikenang,” tutur Gubernur.
Kontribusi Asad Isma dalam Pendidikan Islam
Di bawah kepemimpinan Asad Isma, UIN Jambi mengalami banyak kemajuan signifikan, baik dari segi infrastruktur, kualitas pengajaran, maupun jumlah mahasiswa. Salah satu terobosan besar yang dilakukan oleh beliau adalah memperkenalkan program-program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, beliau juga memperkuat jaringan kerjasama dengan berbagai universitas dalam dan luar negeri.
Asad Isma dikenal sebagai pribadi yang visioner, yang selalu mendorong mahasiswa dan dosen untuk berpikir kritis dan inovatif. Beliau juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Visi ini tercermin dalam berbagai kebijakan yang diterapkan di UIN Jambi selama masa kepemimpinannya.
Peninggalan yang Tak Tergantikan
Kepergian Asad Isma tentu meninggalkan kekosongan besar, baik di lingkungan UIN Jambi maupun di dunia pendidikan Islam secara umum. Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga mentor bagi banyak dosen dan mahasiswa. Banyak yang merasa bahwa bimbingan dan nasihat beliau telah membantu mereka tumbuh, tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai individu yang berperan dalam masyarakat.
Pihak UIN Jambi menyatakan akan segera mengadakan upacara penghormatan terakhir bagi Asad Isma, yang rencananya akan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintahan, akademisi, dan tokoh agama. Universitas juga merencanakan untuk mengabadikan nama beliau sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah UIN Jambi.
Ucapan Belasungkawa dari Berbagai Kalangan
Sejak kabar wafatnya Asad Isma menyebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Banyak pihak yang mengenang beliau sebagai sosok yang sederhana, bersahaja, namun memiliki pemikiran yang tajam dan luas. Para alumni UIN Jambi, yang merasakan langsung kepemimpinan dan kebijakan Asad Isma, turut mengungkapkan rasa kehilangannya. “Beliau adalah sosok yang selalu mendukung dan menginspirasi kami untuk menjadi yang terbaik. Kami sangat berterima kasih atas semua yang telah beliau lakukan untuk kami,” ungkap salah satu alumni.
Selain dari dalam negeri, sejumlah akademisi internasional yang pernah bekerja sama dengan Asad Isma juga turut menyampaikan belasungkawa. Mereka mengapresiasi dedikasi beliau dalam memperkenalkan pendidikan Islam Indonesia ke panggung global.
Proses Penggantian Rektor
Dengan kepergian Asad Isma, UIN Jambi dihadapkan pada tantangan besar untuk melanjutkan kepemimpinan universitas. Meskipun pihak universitas belum memberikan keterangan resmi terkait proses penggantian rektor, diperkirakan bahwa Wakil Rektor akan mengambil alih sementara tugas-tugas kepemimpinan hingga proses pemilihan rektor baru selesai.
Pihak Kementerian Agama Republik Indonesia juga diperkirakan akan terlibat dalam proses ini, mengingat pentingnya peran UIN Jambi sebagai salah satu universitas Islam terkemuka di Indonesia. Namun, yang jelas, siapa pun yang akan menggantikan posisi Asad Isma, akan dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk melanjutkan visi dan misi yang telah dirintis oleh almarhum.